29 March 2011

Sepanjang Jalan Kenangan... Kini Penuh Dengan Mini Market

Pagi tadi seperti biasa aku pacu Mega Pro ke tempat kerja. Rumahku sendiri terletak di Jakal KM 10 tepatnya Pasar Gentan masuk ke arah timur sekitar 800 meter. Ketika melewati Alfamart depan Pasar Gentan mendadak muncul ide iseng menghitung berapa mini market yang tersebar dari Jakal km 10 sampai perempatan Kentungan atau kira-kira Jakal km 6-7.


1, 2, 3... hmm... total ada 8 mini market yang terbagi atas 4 Alfa Mart, 3 Indo Mart dan 1 Circle K. Plus... 2 supermarket yaitu Super Indo dan Mirota. Wew... katakanlah perempatan Kentungan itu km 6, berarti dari rumahku yang km 10... ada total 10 modern trade dalam 4 km! Wow... misal 2 supermarket tadi gak masuk hitungan, berarti kan ada 8 mini market dan bila dibagi 4 (dari 4 km) maka tiap km nya ada 2 mini market atau 1 mini market ditiap 500 meter-nya. Hmmm... buatku mengherankan sekali, para pemilik warung kelontong makin sengsara sekali. Bila jumlah mini market semakin menyamai jumlah warung kelontong, tentu konsumen lebih milih ke mini market. Kelebihannya:

> Kita bisa melihat, memegang sendiri barang yang mau kita beli. Melihat harga dan membandingkan dengan produk lain tanpa perlu bertanya-tanya dulu ke penjual.

> Tempat lebih besar, bersih, rapi dan lebih banyak variasi produk.

> Harga sudah fix dan banyak juga yang lebih murah dibindang warung kelontong.


Itu sebagian karena masih banyak yang lain. Tapi disamping itu, ada potensi merugikan mini market sendiri. Masih mending kalau 8 mini market tadi punya merek yang beda-beda, kenyataannya Alfa malah punya 4 mini market di rentang 4 km tadi. Bukankah itu malah memersempit peluang? Misalkan ada 4 pelanggan setia Alfa. Tadinya 4 orang itu pergi ke sebuah Alfa sekarang dibagi menjadi 4 alias satu Alfa satu orang. Rugi bukan?


Bagi yang gak suka ribet, menjamurnya mini market membantu sekali. Tapi tidak buat para pemilik warung kelontong, bisa jadi tidak juga buat pemilik mini market lain. Kalau sudah gini, aku sangat setuju kalau nantinya ada peraturan jadi gak asal buka mini market.

08 February 2011

Mereka Melihat Keduanya Merokok

Suatu siang habis berkeliling kota, aku makan siang di depan komplek gardu PLN Jakal km 7/ 8. Aku beli lontong opor lalu menunggu pesanan datang. Di depanku ada keluarga yang sedang menikmati santap siang bersama. Si suami Jawa banget dengan badan cukup kekar sedang istri putih langsing dengan wajah yang cukup caem. Beredar 2 anaknya yang umurnya paling tua sekitar 5-6 tahun ditemani mungkin saudara salah satu pasangan itu. Mereka terlihat sudah selasai dan sedang bersantai. Pesananku tiba dan aku melihat sebuah pemandangan yang membuatku takjub sekaligus prihatin. Suami istri itu sama-sama mengeluarkan sebatang rokok, mereka nyalakan lalu hisap dalam-dalam dan mengepulkan asapnya di depan anak-anaknya! Wow… Jujur aku jadi prihatin dan miris… Kok nggak bisa nahan diri paling nggak ngrokoknya pas nggak ada anak-anak mereka. Wew… secara anak-anak meniru apa yang dia lihat, aku yakin mereka kelak pasti merokok juga. Hmmm… Itu kelak, sekarang… sudah pasti kedua anak mereka adalah perokok pasif. Bayangkan masih kecil udah kemasukan asap rokok. Wew…


Piringku masih tersisa beberapa potong lontong, mereka beranjak pergi mengendarai sepeda motor. Aku masih tertegun sampai tiba-tiba pegawai lontong opor ngrasani (Ngomongin) pasangan tadi.

“Wah… kae lanang wedhok ngrokok yo?”

“Ho oh… koyok wong sukses wae…”

Kembali aku tersentak halus… merokok sebagai symbol kesuksesan???

30 January 2011

Jempolku Kembali Sakit

Kalau lihat posturku, pasti nggak ada yang percaya aku bisa basket, Hehehehe… Kenyataannya, aku mengenal basket sejak SD kelas 4 dan mulai intensif ketika masuk SMP. Bahkan pas SMP kelas 1 sampai awal kelas 2 aku hampir tiap hari basket. Pernah ikut latihan di Klub Halim Kediri hampir setahun, menjadi pengumpan sejak SMP hingga kuliah. Ketika masuk kuliah sempat ikut latihannya tim FISIPOL UGM dan lumayan rutin basket di lap. Lembah UGM, UNY dan lainnya. Itu dulu… Ketika kemarin aku basket di lapangan Gereja Jakal km 8 dan duduk di pinggir lapangan, aku tertegun dan muncul pertanyaan… Kenapa aku nggak selincah dan se-fit dulu, ya? Hahaha… Yoi, dengan tinggi 169,7 cm beratku 60 kg, wekekekek… belum jarangnya aku olah raga. Jadinya baru maen bentar udah ngos-ngosan, wekekek… Tapi tak apalah, yang penting gerak. Balik lagi basket kemarin, aku emang cuma masukin 4 kali, blok sekali, ngerasa punya andil besar di pertahanan ketika jadi center dan cedera jempolku yang kambuh lagi… ~,~! Kalau dibilang keseleo, mungkin… bahasa Jawa-nya kalau aku bilang keplecuk… atau… oh ya… ketekuk! Hehhe… Sebab musababnya seingatku kelas 2 SMP ketika main di lapangan sekolah, aku nangkap passing nggak sempurna dan kena jempolku dulu. Keteku deh, hehehe… Pas main ke rumah nenek, beliau lalu mengurutnya dan sembuh… Hmm… tiap cedera jempolku kambuh jadi inget Nenek, karena dia tukang urut pribadiku.

Sudah sering jempolku kumat, sudah sering juga aku minta urut Nenekku. Awalnya urutannya sangat mantap… enak deh. Lama kelamaan kekuatannya semakin berkurang dan saat itu aku sadar beliau sudah semakin tua. Jarak rumahku dan rumah beliau sangat dekat, cuma 4 rumah. Jadi saya sering main ke rumahnya bahkan tidur di sana juga. Ikut makan bahkan ketika SMP tiap malam aku dibikinin kopi buatannya sendiri. Beliau beli biji kopinya, meraciknya, menggorengnya pake penggorengan dari tanah liat lalu menyuruh aku menggilingnya di tukang giling. Hasilnya tentu mantap… tapi dengan semakin bertambahnya umur, beliau tak serajin dulu. Cukup dengan membeli kopi Kapal Api untuk menemani hari-harinya. Aku juga tak terhitung lagi nonton bola di rumahnya karena kalah sama Bapak almarhum yang menggemari Misteri Gunung Merapi dan Angling Dharma. Nenek bahkan menemaniku nonton sampai tertidur. Tak terasa hari-hari berlalu dan aku mulai kuliah dan… tak sesering dulu bertemu beliau.

Suatu ketika aku mendapat kabar beliau wafat. Aku kaget karena sebelumnya tak ada kabar beliau sakit. Ternyata beliau meninggal di tempat tidurnya ditemani Ibu. Konon tanda-tandanya sudah terlihat 2 minggu kebelakang. Jadi sedih kenapa nggak ada yang ngasih tahu aku sebelumnya karena kata Kakak beliau sempat menanyakan aku ada di mana. Tukang urut pribadiku, baristaku, teman nonton bolaku telah tiada. Tapi kenangan bersama beliau akan terus ada…

Ya Allah… salam kangen buat Nenek, Kakek dan Bapak…

16 January 2011

Artis Itu Bernama Juventus

Satu perubahan Juve di 2 musim kebelakang, yup... selalu ada gosip hendak membeli pemain ini... itu... dan rajin menghiasi berita trasnfer bahkan ketika belum waktunya sesi transfer. Udah kayak lagi liat infotainment aja. Selalu ada berita tentang Juve.


Emang sih, sebagian gosip akhirnya terbukti tapi bagi aku, Juventini... bikin gregetan juga. Udah berapa pemain bintang yang dikaitkan tapi kenyataannya malah membeli dan meminjam begitu banyak pemain kelas medioker. Sorry to say, kali ini aku setuju ama Moggi. Kalau kata Del Neri ini proyek jangka panjang, trus kenapa meminjam? yang belum tentu di akhir musim dibeli. Dari beberapa pemain baru (yang bahkan bisa dibentuk satu tim baru), hanya Krasic dan Aquilani yang penampilannya lumayan bagus. Pepe angin-anginan, Motta biasa aja malah sering cedera, Traore makin keliatan kenapa Arsenal "membuangnya" dan Bonucci... mengingat dengan gaji segitu (setelah lihat di FM 2011), permainannya masih biasa aja. Jangan-jangan Beppe Merotta dan Del Neri yang kalap? masukin banyak pemain? padahal jelas-jelas banyak muka baru perlu proses adaptasi.

Ya sudahlah... semua udah terjadi, seperti yang aku bilang di awal musim, aku gak berharap banyak Juve kali ini langsung berprestasi. Tapi untuk musim depan, ada beberapa hal yang aku inginkan.

Motta dan Traore dikembalikan, carilah wing back kanan dan kiri buat first team. Pertahankan Sissoko, Melo apalagi Marchisio. Aquilani cukup baik palagi kalau harganya dirasa lebih murah daripada playmaker lain di pasaran (apalagi dia Italiano). Cari pelapis Krasic. Pepe sbenernya cukup baik, tapi kalau ada pilihan lain yang lebih bagus di winger kiri dan harganya terjangkau, ganti aja. Jangan lupa cari pelapisnya. Tarik kembali Giovinco untuk pelapis playmaker. Amauri udah off peak, jual aja dan cari pengganti sepadan dan lebih baik. Gak perlu yang top asal rajin bikin goal karena 2-3 musim ini tak ada striker yang rajin bikin goal kecuali Del Piero. Iaquinta pekerja keras dan punya team work, pertahankan aja paling gak semusim lagi sekalian jadi pelapis striker baru. Carilah pengganti Del Piero! Del Neri cukup bagus, gak usah diganti.

Wow... ternyata banyak juga tuntutan dari aku, hehehe... tapi menurutku itu yang terbaik buat Juventus kalau ingin bersaing di level yang lebih tinggi.


Salam... I love Monday!

30 December 2010

Amarantine

Enya - Amarantine

You know when you give your love away
It opens your heart, everything is new
And you know time will always find a way
To let your heart believe it's true

You know love is everything you say
A whisper, a word, promises you give
You feel it in the heartbeat of the day
You know this is the way love is

Amarantine
Amarantine
Amarantine
Love is, love is, love...

Amarantine
Amarantine
Amarantine
Love is, love is, love...

You know love may sometimes make you cry
So let the tears go, they will flow away
For you know love will always let you fly
How far a heart can fly away

Amarantine
Amarantine
Amarantine
Love is, love is, love...

Amarantine
Amarantine
Amarantine
Love is, love is, love....

Amarantine
Amarantine
Amarantine
Love is, love is, love....

You know when love's shining in your eyes
It may be the stars falling from above.
And you know love is with you when you rise,
For night and day belong to love.

http://www.youtube.com/watch?v=IQU4DoE1eBg

Indonesia kalah karena arogansi Riedl

Copas status orang...
"Indonesia kalah dalam menjuarai piala AFF karena arogansi dari pelatih Indonesia asal Austria tersebut yang tak mau mendengarkan nasihat dari suporter.
Padahal seluruh suporter di GBK telah berteriak-teriak dengan lantang TURUNKAN NURDIN...tp riedl tetap tidak menurunkan NURDIN di 90 menit pertandingan..."

18 December 2010

Angkringan Kali Ini Istimewa!

Entah karena lapar atau emang istimewa, yang ini sungguh memuaskan. Lokasinya nggak jauh dari rumahku, yup... di Jakal km 10. Secara interior juga sama kayak angkringan di seluruh Jogja. Tapi entah kenapa setelah makan merasakan surga tertinggi dari cita rasa makanan. 

Ketika motor aku lajukan masuk ke jalan arah rumahku, kulihat kilauan lampu teplok khasnya. Aku matikan mesin, standar aku renggangkan hingga maksimal agar kuda campuran besi, plastik dan aluminiumku tidak ngglundung. Memasuki pintu angkringan langsung mataku jelalatan mencari mangsa. Setelah nego dengan penjual tentang yang mana sambal teri yang mana oseng-oseng, akhirnya aku ambil kedua jenis itu masing-masing satu biar nggak pada protes lalu unjuk rasa karena pilih kasih. Setelah itu aku berburu lauk. Karena tadi siang sudah berbule ria di I-Cafe Sagan dan memesan Cappuccino serta French Fries (Negara kok bisa digoreng ya?), maka aku memutuskan dengan segala kerendahan hati mencomot 1 tempe bacem, 1 tahu bacem, 1 tahu isi dan setusuk usus yang tersusun padat tanda kalau ususnya panjang. Tak lupa seplastik teh tubruk untuk jaga-jaga kalau terjadi keadaan darurat kesereten. BTW, kenapa namanya bisa teh tubruk ya? Nevermind... pokoknya itu tadi dan kok berani-beraninya si mbak Angkringan nawari untuk dibakar. Wuaah... ini... ini... malah nantangin. Harus pake banget dibakarlah!!! Karena apa enaknya makan makanan dingin? (berlaku juga buat cewek) Setelah semua siap untuk diangkut, saya bayar lalu segera memacu motorku pulang.

Sampai di kamar 3x3, semua hidangan aku buka lalu aku santap, beuuuggghhh... entah karena akunya lapar atau emang enak... angkringan kali ini istimewa sekali. Mas Angkringan (Duet sehati Mbak Angkringan tadi) membakar semua anggota main course-ku dengan nyaris sempurna. Bahkan masih terasa hangat! Wew... Tempe bacemnya... tahu bacemnya... nge-blend sempurna dengan kehangatan dan harumnya aroma api dari arang yang telah jadi. Tahu isinya so-so lah tapi ini yang spesial... Cita rasa ususnya berada pada puncak kenikmatan. Tidak terasa dan tercium bau amis, terbakar hampir kering. Wew... Making ciamik ketika menyadari nasi-nasinya nggak keras. Oseng tempenya juga lumayan mengundang selera apalagi sambel terinya. Mayat para teri berkumpul apik memvisualkan simfoni warna sebuah hidangan yang sangat menggoda. Hmmm... 

Tak terasa semua habis ku lalap tanpa lalapan. Perut kenyang, hati senang... Alhamdulillah...