(istilah saya menyebut masakan-masakan di rumah). Tapi ternyata, restoran kelas atas-pun ada yang menamai bisnis mereka dengan Sederhana. Yup, di Jalan Kaliurang - Jogja, ada sebuah rumah makan Padang (di luar kebiasaan nih!) bernama SEDERHANA. Harganya? hmmm... tuh yang parkir mobil semua, hehehe...Tapi yang pasti, bila kita menyamakan nama rumah makan tersebut dengan merek produk, maka hampir dipastikan produknya akan gagal minimal dalam awareness konsumen. Bayangkan bila di rak supermarket berjejer produk roti dengan merek yang sama tapi beda perusahaan. Bingungkan? Menurut saya pembeda dalam bisnis pemasaran adalah sangat penting. Yup, salah satu cara untuk memudahkan konsumen dalam memilih adalah dengan menunjukkan apa yang membedakan produk tersebut dengan produk lainnya. Karena sedang membicarakan nama/merek, bagi para produsen mulailah memilih merek yang terbaik yang bisa dibuat. Lebih bagus lagi bila merek tersebut langsung menggambarkan si produk mungkin seperti Tolak Angin, Extra Joss (Joss diasumsikan tenaga/pacuan) atau Jahe Wangi yang sekarang ada di depanku, hehehe... Bisa juga merek diambil dari nama pemilik yang jelas hampir pasti tidak ada yang menyamai seperti McDonald, Ogilvy, Warung Mamink Daeng Tata' atau Catering Rahayu punya Ibuku, hehehe... Intinya adalah, dalam menentukan merek jangan sembarangan. Pikirkan yang unik, beda, enak dilihat, mudah diingat dan diucapkan. Sangat disarankan menggambarkan si produk sehingga membantu konsumen untuk mengenali. Jangan terburu-buru, pilihlah yang terbaik yang bisa didapat. Seperti judul bukunya Jack Trout, "Differentiate or Die"!
No comments:
Post a Comment